Penghujung oktober 2022 menjadi momen spesial bagi Lembaga Kependidikan dan Tenaga Kependidikan Universitas Muhammadiyah Cirebon (LPTK UMC). Betapa tidak, LPTK UMC menggelar orientasi akademik untuk peserta Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Kategori I tahun 2022, via hybrid, Cirebon Senin (31/10/2022).
Kegiatan ini menjadikan UMC sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah di JKabupaten Cirebon, konsisten memberikan pelayanan paripurna kepada guru-guru, baik nasional juga regional, khususnya di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan).
Rektor UMC, Arif Nurudin MT yang membuka Orientasi PPG memberikan apresiasi kepada para guru yang semangat dan antusias untuk mengikuti PPG.
Arif menjelaskan bahwa program nasional ini sebagai salah satu media untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.
Dalam proses pendidikan, kata Arif, guru akan dihadapkan dengan sejumlah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
“Kami ucapkan selamat kepada peserta orientasi dalam PPG, para guru bisa semakin profesional dan Insha Allah LPTK UMC berupaya memberikan pelayanan terbaik buat anda,” ucap Arif kepada 105 mahasiswa PPG Dalam Jabatan yang mengikuti via zoom.
Senada dengan Rektor UMC, Kaprodi PPG UMC, Dr. Nurkholis, M.Pd menerangkan PPG Daljab Kategori I Gelombang II tahun ini, LPTK UMC mendapat plotting sebanyak 105 mahasiswa yang terdiri dari 2 rombel bidang studi PGSD dan 1 Rombel bidang studi PGPAUD.
Setelah orientasi mahasiswa akan melaksanakan perkuliahan mulai tanggal 3 November 2022.
Perkuliahan tersebut berlangsung selama 3 bulan dengan 3 siklus antara lain siklus pertama analisis materi pembelajaran, siklus kedua desain pembelajaran inovatif, siklus ketiga PPL.
Setelah selesai mengikuti PPL langkah selanjutnya adalah UKM PPG yang terdiri dari UKIN dan UP.
Selanjutnya, Nurkholis mengungkapkan bahwa dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, guru terlebih dalam pendidikan dasar memiliki peran yang sangat penting.
Guru tidak hanya sebagai pendidik akademik, tetapi juga membangun karakter siswa.
Untuk itu, Nurkholis menekankan bahwa peningkatan profesionalisme guru sangat perlu dilakukan, karena menghadapi era revolusi industri 5.0 sangat dinamis.
Guru perlu adaptif dengan era disrupsi yang sudah merubah tatanan kehidupan, baik kehidupan sehari-hari maupun aktivitas belajar mengajar.
Nurkholis menyoroti konsep belajar peserta didik saat ini sudah berbeda dengan dunia sekolah. Siswa dapat dengan mudah mengakses sumber belajar dari berbagai platform.
Hal ini perlu didukung dengan sikap adaptif dari para guru. Bagaimana guru dapat mengembangkan ide-ide kreatif dan inovasi pembelajaran tanpa mengabaikan esensi dari sebuah pendidikan.
Dr. Dianasari M.PD, salah satu dosen PPG juga ikut angkat suara bahwa capaian pembelajaran yang diharapkan melalui PPG ini mecakup para peserta mampu melaksanakan tugas keprofesian sebagai pendidik yang memesona yang dilandasi sikap cinta tanah air, berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta, disertai dengan jiwa kesepenuhatian dan kemurahhatian.
Kedua, mampu merumuskan indikator capaian pembelajaran berpikir tingkat tinggi yang harus dimiliki peserta didik mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh (kristis, kreatif, komunikasi, dan kolaboratif) yang berorientasi masa depan (adaptif dan fleksibel). Ketiga, menguasai materi ajar termasuk advanced material secara bermakna.
Untuk diketahui, turut hadir Dr. Badawi (Wakil Rektor II) dan Dr. Wiwi Hartati, S.Kom,. M.Si (Wakil Rektor III), Dekan FKIP UMC, Dr. Dewi Nurdiyanti,Kaprodi PPG UMC, Dr. Nurkholis, M.Pd, Kaprodi PGSD, Dr. Widia, Kaprodi PGPAUD, Dr. Cucu
Selain itu, juga hadir pengelola PPG, dosen dan guru pamong.
